FILES

DEPDIKNAS BERIKAN BEASISWA S2 MATEMATIKA KE BELANDA
Jakarta, 2/8/2009 (Kominfo-Newsroom) – Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) memberikan beasiswa Program Master (S2) ke Belanda kepada dosen dan calon dosen baru (CTAB) yang berkualifikasi sarjana pendidikan matematika dan guru matematika. Bekerjasama dengan Netherlands Education Support Office (Neso) beasiswa ini diberikan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di institusi pendidikan tinggi.

Lebih khusus lagi, program yang diprakarsai oleh tim Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) ini ditujukan untuk pengembangan double degree tingkat master di bidang Pendidikan Matematika Realistik atau Terapan. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Direktur Ketenagaan Ditjen Dikti Depdiknas Muchlas Samani dengan Direktur Neso Indonesia Marrik Bellen, Jum’at (31/7) malam di Depdiknas, Jakarta. Hadir menyaksikan penandatanganan MoU Direktur Jenderal Dikti Depdiknas Fasli Jalal.

Dirjen Dikti, Fasli mengatakan “>akan, para penerima beasiswa akan akan “>akan “>mendapatkan pengalaman dilaksanakan “>selama “>satu dua “>tahun belajar di Belanda dan setelah lulus akan mendapatkan ijazah internasional. Dia berharap, dengan kerja sama ini maka pendidikan guru dan dosen Pendidikan “>Matematika di Indonesia akan makin meningkat mutunya. “Setara dengan di luar negeri,” katanya.Sementara itu Muchlas mengatakan, pada 2008 sebanyak 15 orang akan mendapatkan beasiswa penuh dari Neso dan Ditjen Dikti. Dia menjelaskan, program ini akan dilaksanakan selama dua tahun dan dua bulan. Perkuliahan dilaksanakan selama delapan bulan di Indonesia yakni di Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Sriwijaya Palembang, serta selama satu tahun di University of Utrecht Belanda. “Selanjutnya, mahasiswa akan melakukan penelitian selama enam bulan di Indonesia,” katanya.Adapun persyaratan untuk mendapatkan beasiswa adalah warga negara Indonesia, Pendidikan minimal S1 Pendidikan Matematika dengan IPK mimimal 2,75 dan memiliki pengalaman kerja di bidang matematika minimal dua tahun di institusi terakhir atau telah ditunjuk secara formal oleh rektor menjadi pengajar di institusi yang bersangkutan sebagai CTAB. Syarat lainnya adalah bersedia mengikuti dan menyelesaikan seluruh perkuliahan selama menerima beasiswa, memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik (ITP TOEFL minimal 450), kondisi kesehatan yang baik, tidak menempuh studi di luar negeri dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Usia tidak lebih dari 40 tahun untuk pria, dan 45 untuk wanita per 1 Desember 2009. Batas akhir registrasi pada 31 Desember 2008. Formulir pendaftaran dapat di unduh dihalaman http://www.pmri.or.id. Program beasiswa itu hasil kerjasama antara Ditjen Pendidikan Tinggi (Depdiknas) dengan Netherlands Education Support Office (Neso) dan diberikan guna meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia di institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Menurut Dirjen Dikti Fasli Jalal di Jakarta, Minggu (2/8), program itu diprakarsai Tim Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan ditujukan untuk pengembangan double degree tingkat master di Bidang Pendidikan Matematika Realistik atau Terapan. Ia menjelaskan bahwa kerjasama Ditjen Dikti dan Netherlands Education Support Office (Neso) telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Ketenagaan, Ditjen Dikti, Depdiknas Muchlas Samani dan Direktur Neso Indonesia Marrik Bellen di Jakarta, Jum’at (31/7).

Menurut Fasli Jalal, para penerima beasiswa akan “>akan akan “>mendapatkan pengalaman dilaksanakan “>selama “>satu dua “>tahun belajar di Belanda dan setelah lulus akan mendapatkan ijazah internasional. Melalui kerjasama ini diharapkan menjadikan pendidikan guru dan dosen matematika di Indonesia makin meningkat mutunya, setara dengan di luar negeri,” katanya. Sementara itu Muchlas mengatakan, pada tahun 2008 sebanyak 15 orang akan mendapatkan beasiswa penuh dari Neso dan Ditjen Dikti. Program tersebut, tambahnya, akan dilaksanakan selama dua tahun dan dua bulan. Perkuliahan dilaksanakan selama delapan bulan di Indonesia, yaitu di Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Sriwijaya Palembang serta selama satu tahun di University of Utrecht Belanda. “Selanjutnya mahasiswa akan melakukan penelitian selama enam bulan di Indonesia,” katanya.

Akhir registrasi pada 31 Desember 2008 dan formulir pendaftaran dapat di unduh dihalaman http://www.pmri.or.id.

Sumber :Kominfo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s