Apa sih PMRI???

Pendidikan maatematika realistik Indonesia adalah suatu gerakan untuk mereformasi pendidikan matematika dimulai dari SD. Reformasi ini sejalan dengan pandangan modern tentang pengembangan pendidikan matematika, yaitu bahwa matematika adalah kegiatan manusia, suatu kontruksi budaya manusia. PMRI berasal dari Pendidikan Matematika Realistik (PMR) di negeri Belanda (Institut Freudenthal) yang disesuaikan dengan keadaan lingkungan di Indonesia, jadi PMRI khas Indonesia. Dalam PMRI matematika disajikan sebagai suatu proses, sebagai kegiatan manusia, bukan sebagai produk jadi. Unsur menemukan kembali amat penting. Bahan pelajaran disajikan melalui bahan kriteria yang sesuai dengan lingkungan siswa (kontekstual), jadi realistis bagi siswa. Begitupun alat peraga sebaiknya juga berasaldari lingkungan siswa, sering bahan bekas, jadi murah. sisiwa dituntut aktif dan guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator. Dalam menyelesaikan soal criteria, para murid diatur bekerja kelompok.
Matematika moderen adalah istilah dalam dunia pendidikan; dalam matematika itu sendiri istilah itu tidak dikenal, sehingga terjadi diskusi antara mereka. Bahan ajar disiapkan sedemikian rupa sehingga cara penyelesaiannya bermacam-macam (tidak tunggal) ini penting untuk mendorong terjadinya diskusi antara kelompok. Ini bagian dari pelajaran demokrasi melalui matematika. Matematika disajikan secara ramah,sering sambil bermain sehingga tidak menakutkan. Dalam PMRI para murid didorong mengembangkan pemikiran kritis, mempertanyakan banyak hal dan tidak begitu saja menerima suatu pendapat, murid diajak berpikir mandiri.  Dalam matematika kebenaran suatu pernyataan tidak diputuskan berdasarkan kekuasaan, tapi berdasarkan logika yang menggunakan penalaran.
jadi prosesnya demokratis, dan matematika itu bersifat demokratis.
PMRI terbentuk sebagai usaha sekelompok kecil (awal) pendidik matematika yang peduli terhadap permasalahan dalam pendidikan matematika di tanah air sejak dekade 1990-an mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi, yaitu ITB, UPI,UNJ,UNESA, UNY dan USD. Usaha ini dimotivasi dan difasilitasi oleh kegiatan Tim Pengembangan Basic Sciences di LPTK (Tim BS LPTK) Dikti sejak 1989,
dilanjutkan oleh proyek PGSM (Pendidikan Guru Sekolah Menengah) Dikti dan kerjasama Matematika Indonesia-belanda sejak awal 1990-an. Sejak gerakan Matematika Moderen. ditinggalkan di seluruh dunia kelompok kecil tadi berusaha memonitor arah perkembangan pendidikan matematika di pra universitas di dunia international,baik lewat literatur, kunjungan ke luar negeri maupun konferensi international, khususnya yang diorganiser oleh ICMI (International Commission on Mathematical Instruction).
Salah satu konferensi tersebut ialah ICMI – China Regional Conference on Mathematics Education yang dilaksanakan di Shanghai Agustus 1994 dengan salah satu plenary lectures adalah Dr. Jan de Lange dari Institut Freudenthal (IF), Universistas Utrecht di Belanda, yang menyajikan makalah dengan judul: Mathematics Education Toward 2000. Inti dari makalah tersebut ialah pendidikan matematika realistik yang dikembangkan digunakan di Belanda. Konferensi ini dihadiri oleh anggota tim kecil tadi yaitu R.K Sembiring dan Pontas Hutagalung.
Setelah melalui diskusi cukup panjang kelompok tadi kemudian memilih PMR (Pendidikan Realistik Matematika)yang dikembangkan oleh IF.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s