Matematika Sulit Karena Guru Tidak Ajarkan Konsep

KabarIndonesia (26-05-2009) – KEPULAUAN RIAU – Matematika diakui sebagai mata pelajaran sulit. Padahal, matematika merupakan ilmu pengetahuan yang hampir selalu diterapkan setiap hari. Bahkan, matematika bagi anak di sekolah dasar, bisa dipelajari dengan mudah dan menyenangkan, asal guru benar dalam menyampaikan.

“Kesalahan guru (yang mengajar matematika di SD) adalah karena guru tidak melalui konsep. Tetapi langsung ke teknis, seperti rumus-rumus,” kata Sukahayati, MPd, dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPTK) Yogyakarta, di sela-sela Pelatihan Guru SD Mata Pelajaran Matematika, di Hotel Plaza Tanjungpinang, kemarin.

Dijelaskan, kesalahan guru dalam mengajar matematika karena ingin serba instan. Tanpa peragaan, bahkan tanpa melalui proses. “Padahal, yang terpenting adalah matematika itu proses,” tegas Sukahayati. Dia mencontohkan perkalian 2 × 3 dan 3 × 2. Meski hasilnya sama, namun konsep dan prosesnya berbeda. Karena itu, mengajar matematika harus kontekstual. Sehingga, anak mengerti dan paham manfaat matematika.

“Yang jelas, ajarkanlah matematika yang realistis,” ujarnya. Dia tak menampik, selama ini matematika yang diajarkan di sekolah tidak realistis dan tidak menyentuh kehidupan sehari-hari. Padahal, pembelajaran matematika di jenjang SD melalaui tiga tahap, yakni kongkrit, semi kongkrit, dan abstrak.

“Semuanya melalui proses. Tapi harus diingat, tidak semua jenjang kelas menggunakan tahapan pembelajaran yang sama, tergantung kepada guru dan kemampuan anak didiknya,” jelas Sukahayati. Alat atau media pembelajaran untuk mengajar matematika di SD wajib hukumnya. Setiap tingkatan kelas, bisa berbeda caranya. “Ada yang mesti pakai alat peraga. Kemudian, setelah beberapa lama, dicari konsep apakah alat peraga itu masih perlu. Karena, inti pelajaran matematika adalah konsep dan media belajar,” paparnya.

Matematika Realistik

Sementara, Jasman Jaiman, dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Pekanbaru, Riau, menekankan kepada pembelajaran matematika yang realistik. Dia tak membantah bila matematika dikatakan sulit. Karena, imbuh Jasman, ilmu matematika diciptakan oleh orang-orang yang jenius, yang kemudian disederhanakan oleh pendidik-pendidik di seluruh dunia. “Tentu matematika itu sulit, apalagi mengajarnya tidak tepat,” kata Jasman.

Dia menjelaskan, aktivitas manusia diinspirasi dari aktivitas matematika. Seperti pemecahan masalah, pencarian masalah, dan pengorganisasian materi. Menurutnya, pembelajaran matematika bisa dilakukan melalui banyak pendekatan. Karena, setiap anak dalam satu kelas memiliki kecerdasan yang beragam, dan kemampuan yang berbeda. “tapi, kalau matematika diajarkan melalui pendekatan matematika yang realistik, anak-anak akan suka. Jadi, guru jangan langsung marah kalau siswa menjawab salah,” jelasnya.

Sumber: http://www.kabarindonesia.com

Posted by : Zetra

Tentang Zetra

Zetra Hainul Putra (1985) grew up in the small city in Pariaman-West Sumatera, Indonesia. He studied in Public Elementary School 01 Kabun Cimpago (1991 – 1997), Public Junior High School 05 Pariaman (1997 – 2000), and Public Senior High School 02 Pariaman (2000 – 2003). Then, he enrolled in a program of Mathematics at mathematics Department, Mathematics and Science Faculty at Riau University. He graduated in 2007 and became a Mathematician. After that, he worked in Moslem Junior High School As-Shofa Pekanbaru and also an assistant lecturer in Rab University Riau, Indonesia. He taught Number theory, Statistics, Linear Algebra and Mathematic logic until 2009. Finally, He received a scholarship to continued his study, Master degree on Mathematics Education, at Sriwijaya University collaboration with Utrecht University unti 2011 about Realistic Mathematics. Since 2013, he worked at University of Riau.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s